Guru SMAN 6 Kupang Antusias Ikut Sosialisasi Pemanfaatan AI

ANTUSIAS -Sejumlah pendidik yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dari berbagai disiplin ilmu antusias mengikuti kegiatan di SMAN 6 Kupang, Jumat (13/2/2026). FOTO/ISTIMEWAPerbesar

ANTUSIAS -Sejumlah pendidik yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dari berbagai disiplin ilmu antusias mengikuti kegiatan di SMAN 6 Kupang, Jumat (13/2/2026). FOTO/ISTIMEWA

NTT BICARA.COM, KUPANG – SMA Negeri 6 Kupang, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar sosialisasi pemanfaatan Asisten Guru berbasis Kecerdasan Buatan (AI) pada Jumat (13/2/2026).

Teknologi hasil inovasi talenta lokal ini diperkenalkan untuk membantu para pendidik dalam menyelaraskan instrumen evaluasi dengan standar Taksonomi Bloom, guna memastikan setiap butir soal memiliki akurasi kognitif yang tepat.

Kegiatan ini dipandu tim teknis PT Aiti Global Nexus, yang terdiri dari Benny Pattymangoe dan Oliv Lalus, di bawah arahan Direktur, Albert Sinlae.

Fokus utama sosialisasi ini adalah mendemonstrasikan bagaimana teknologi AI dapat menjadi mitra guru dalam memetakan soal dari level ingatan (C1) hingga level kreasi (C6).

Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi teknologi mulai merambah masuk ke jantung ruang kelas di Nusa Tenggara Timur (NTT).

TIM TEKNIS – Tim teknis PT Aiti Global Nexus foto bersama Kepala SMA Negeri 6 Kupang, Hendrikus Hati, S.Pd., M.M.

Kepala SMA Negeri 6 Kupang, Hendrikus Hati, S.Pd., M.M., dalam arahannya menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran teknologi ini. Ia menekankan, kecanggihan alat hanyalah sarana, sementara tujuan akhirnya adalah mutu peserta didik.

“Antusiasme para guru saat pelaksanaan kegiatan ini harus dapat diterjemahkan secara nyata untuk meningkatkan kualitas siswa. Teknologi ini harus menjadi pemantik bagi guru untuk memberikan layanan pendidikan yang lebih baik dan terukur,” pesan Hendrikus.

Dalam sesi simulasi yang berlangsung interaktif, Wakasek Kurikulum SMA Negeri 6 Kupang, Marselinus Tika, S.Pd., yang bertindak sebagai moderator, memberikan catatan penting terkait penggunaan teknologi di sekolah.

Meski mengakui kemudahan yang ditawarkan, ia mengingatkan agar para guru tetap memegang kendali penuh atas konten pembelajaran.

“Walau Asisten AI yang diproduksi oleh talenta lokal NTT ini sangat membantu, para guru jangan lupa untuk tetap kritis terhadap elemen-elemen soal HOTS (Higher Order Thinking Skills) pada generasi soal untuk siswa. Verifikasi manusia tetap menjadi kunci utama,” tegas Marselinus.

Sejumlah pendidik yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dari berbagai disiplin ilmu menyambut baik kehadiran asisten virtual ini sebagai alat bantu yang proporsional.

Mereka menilai sistem ini menawarkan potensi efisiensi, terutama dalam kemampuannya mengintegrasikan konteks lokal NTT ke dalam butir soal yang selaras dengan kurikulum deep learning. Pemanfaatan teknologi ini diharapkan mampu membantu guru dalam mengelola waktu administratif secara lebih baik, sehingga proses penyusunan instrumen penilaian dapat dilakukan dengan lebih sistematis dan terarah.

ANTUSIAS –Peserta antusias mengikuti kegiatan sosialisasi teknologi IA di SMAN 6 Kupang, Jumat (13/2/2026)

Implementasi teknologi ini juga diselaraskan dengan kebutuhan Rapor Pendidikan, di mana standarisasi soal diharapkan mampu mendukung peningkatan skor literasi dan numerasi melalui evaluasi yang lebih berkualitas.

Berdasarkan analisis efisiensi, asisten virtual ini terbukti mampu membantu hingga 80 persen tugas guru dalam penyusunan soal, yang secara konkret membantu penghematan waktu kerja per minggu, sehingga pendidik dapat lebih fokus pada interaksi mendalam di ruang kelas.

Direktur Albert Sinlae berharap, dukungan dari sekolah-sekolah seperti SMAN 6 Kupang akan semakin memperkuat ekosistem startup lokal NTT dalam membangun kedaulatan teknologi pendidikan yang mandiri dan kompetitif di tingkat nasional. (*/kas)