Mayor Jenderal TNI (Anumerta) El Tari adalah Gubernur Nusa Tenggara Timur kedua yang menjabat dari tahun 1966 hingga wafatnya pada tahun 1978. Beliau dikenal sebagai arsitek pembangunan NTT modern yang merakyat dan visioner.

### Pemimpin yang Merakyat dan Disiplin Militer

Lahir di Sabu Barat, Nusa Tenggara Timur pada tanggal 17 April 1926, El Tari memiliki latar belakang militer yang kuat sebelum ditunjuk memimpin propinsi NTT. Kehadirannya di NTT membawa era baru dalam kedisiplinan birokrasi dan kedekatan pemimpin dengan rakyatnya. Gaya kepemimpinannya yang sering turun ke lapangan membuatnya sangat dicintai.

### Gerakan Revolusioner Pertanian: Tanam, Tanam, sekali lagi Tanam!

Salah satu warisan paling monumental dari Gubernur El Tari adalah semboyan revolusioner: **"Tanam, Tanam, sekali lagi Tanam!"**.

Gerakan ini dicanangkan untuk mengatasi kerentanan pangan dan kekeringan yang sering melanda tanah perbukitan sabana kering NTT. Beliau memaksa seluruh elemen masyarakat, aparatur sipil, hingga pelajar untuk aktif menanam pepohonan produktif, lamtoro, kelapa, dan tanaman pangan demi ketahanan jangka panjang.

### Pembentukan Karakter Flobamora

El Tari adalah tokoh pemersatu yang merangkul keberagaman etnis, suku, dan agama di NTT. Beliau meletakkan batu fondasi persaudaraan sejati yang melahirkan identitas toleransi tinggi bagi propinsi Flobamora hingga hari ini.

Kendati telah berpulang pada 29 April 1978, semangat juang, kejujuran, dan semboyan pertanian El Tari tetap hidup di hati setiap putra-putri Nusa Tenggara Timur.